Wednesday, 31 August 2016

Review Awam Crelant V1A

Cerita sedikit, Gue lagi nyari senter AAA sebagai pelengkap EDC yang murah di Gearbest, lalu nemu ini dan Hugsby XP-1, harganya beda tipis banget, walau bentuk lebih suka XP-1, tapi dia cuma 1 mode, nah V1A ini ada 4 mode, Gue pilih ini. Spesifikasi senter ini di Gearbest ga terlalu lengkap, Gue tanya ke Crelant via email, katanya, V1A ini udah discontinue, dan mereka ga nyimpen data spesifikasinya (gembel ah), jadi kalo ada yang jual ya last stock. Bener aja, setelah selesai proses pembayaran, tau-tau langsung out of stock di Gearbest.

Spesifikasi:
Brand: CRELANT
Model: V1A
Lamp Beads: Cree XP-E
Beads Number: 1
Luminous Flux: 160Lm
Color temperature: 6500K
Switch Type: Rotary Switch
Feature: Lightweight
Function: Night Riding, Household Use, EDC, Camping, Hiking, Walking
Battery Type: 10440, AAA
Battery Quantity: 1 x AAA / 1 x 10440 (not included)
Mode: 3 (High > Low > Strobe) *ini kayaknya salah, soalnya ada 4 mode, urutannya Low > Mid > High > Strobe*
Waterproof Standard: IPX-8 Standard Waterproof

Power Source: Battery
Reflector: Aluminum Textured Orange Peel Reflector
Lens: Glass Lens
Beam Distance: 0-50m
Body Material: Aluminium Alloy
Available Light Color: Cool White
Available Color: Silver



Spoiler:
Paketnya sangat minimalis, kotak karton yang cukup tebal, dilapisi busa kaku yang cukup tebal, dan isinya cuma unit serta split ring kecil, udah. Wajar sih senter murah.
Spoiler:
Kesan pertama pegang senter ini, gendut banget. Dibanding senter AAA lainnya ini gendut banget, Inova XS 15mm udah gendut? Ini 16mm. Untuk senter ukuran AAA perbedaan ukuran 1mm itu berasa banget. Liat deh bentuk pantatnya yang unik, beda dari yang lain.
Spoiler:
Walau bentuk pantatnya unik, tetep bisa tailstand dengan mudah, tapi kalo ga pake split ring. Kalo dipasang split ring bisa sih, tapi agak tricky dan ga berdiri tegak lurus. Body yang polos dengan finishing metal brush tanpa knurling membuat terkadang agak licin saat mengoperasikan. Dan tidak diketahui apakah ini sudah HA atau belum.
Spoiler:
Bentuk pantat yang unik, jarang sekali ditemui di senter lain, atau bahkan gaada, cmiiw. Tapi, Saya sangat tidak suka penempatan lubang untuk split ring, karena menggangu tailstand saat terpasang split ring. Saya lebih suka penempatan dengan coakan di samping seperti pada Xtar WK21.
Spoiler:
Yang paling saya suka dari senter ini, liat deh threadnya panjang banget, banget. Untuk membukanya perlu sekitar 20 putaran, dibanding dengan Convoy S2+ yang cuma sekitar 10 putaran. Tapi, menurut Saya o-ring pada senter ini tidak menutup terlalu rapat, saat dites celup ke gelas berisi air, masih bisa tembus ke beberapa layer thread-nya, untung saja thread-nya super panjang jadi lebih aman.

Walau masih triangle cut, membukanya sudah cukup smooth. Oiya, ini senter twisty, karena bentuknya yang unik, kalo berdasar gambar di atas bagian yang harus diputar adalah body yang di kiri. Cukup panjang, membuat penggunaannya tidak mudah dengan 1 tangan. Tapi, Saya punya cara sendiri biar mudah pakenya. Yaitu tambahkan split ring lagi lalu selipkan di kelingking, seperti di bawah ini. Mirip caranya dengan Xtar WK21 sebelumnya.
Spoiler:
Spoiler:
Untuk LED menggunakan XP-E dan reflektornya Orange Peel, dan memang, hasilnya sangat flood dengan hot spot yang tidak terlalu fokus, sangat cocok penggunaan jarak dekat seperti dalam rumah atau kendaraan.

Gue nyoba ngetes runtime-nya, berikut hasilnya:
low mode ± 6jam
med mode ± 60 menit
high mode ± 70 menit
Pada high mode, setelah 60 menit ada penurunan lumen yang drastis. Pengetesan menggunakan Sanyo Eneloop AAA. Harap dicatat Saya tidak setiap saat memantau senternya saat pengetesan, hasil ini tidak mengikat, untuk ± sekitar 5-15 menit.






Setelah ini masih ada tanggungan 3 senter lagi yang harus di-review.




Piss bro~

No comments:

Post a Comment