Penyimpangan Oleh Dirut PT Pelindo II

Para ketua serikat pekerja Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II mendesak agar Menteri Negeri BUMN Dahlan segera mencopot Direktur Utama Pelabuhan Indonesia II RJ Lino.

 

Ketua Umum SP Pelindo II Kinorto mengemukakan, pihaknya telah mengirimkan surat resmi yang ditujukan kepada presiden, DPR, Menko Perekonomian, Meneg BUMN, Menhub, Jaksa Agung, dan lainnya yang ditandatangani 16 ketua SP cabang Pelindo II dan terminal mobil.

Dalam suratnya bernomor 106/VII/SPPI II/13 tersebut, Kinorto menceritakan bahwa Dirut Lino terlalu banyak melakukan penyimpangan antara lain, penggunaan kendaraan operasional Nopol B 77 BTY yang berdasarkan surat perintah kerja (SPK) sebagai kendaraan untuk tamu. Namun sejak awal digunakan hingga kini selalu digunakan istrinya, Betty. Bahkan nomor polisi kendaraannya merupakan pesanan khusus sesuai nama Betty.

Sambil menunjukan seluruh bukti kuitansi maupun pembayaran dan bukti otentik lainnya, Kinortor menambahkan, selain itu ada dua kendaraan lainnya yakni Toyoto Camry B 115 PiZ  dan Kijang Inova yang sedianya untuk operasional tamu, justru selalu terpakir di rumahnya sejak awal dan hanya digunakan keluarga RJ Lino. Padahal setiap bulan, uang sewa mobil berikut sopirnya dibayar oleh anggaran Pelindo II.

Tidak sampai di situ, pengadaan makanan dan minuman untuk keperluan dinas dan pekerjaan taman kantor di Pelindo cabang Priok dan Pusat kerap kali diintervensi istri RJ Lino agar diberikan penunjukan kepada orang mereka tanpa harus lelang.

Bahkan cerita Kinortor, perusahaan harus membayar biaya perawatan rumah sakit Yan Christoffel Lino sebesar Rp 95.529.171 yang masuk kelas utama. Padahal pasien tersebut bukan sebagai pegawai melainkan adik kandung RJ Lino.

Terdapat pula penyaluran pinjaman lunak PKBL kepada kakak kandung istri dirut bernama Tony Syam sebesar Rp 387.600.000 pada 15 Agustus 2011 yang sudah dua tahun ini sekalipun belum pernah mengangsur.

"Istri Dirut juga berperan penting dalam mengangkat pegawai dari keluarga dekatnya serta koleganya termasuk penempatan jabatan maupun mutasi,” terang Ketua Umum SP Pelindo II seperti diberitakanPoskota (Rabu, 24/7).

Menurut Kinorto, selama ini  RJ Lino berhasil mengelabui para menteri termasuk Presiden RI. Dirut Pelindo II ini selalu mencari pencitraan  dengan membuat publik opini seakan dirinya hebat dengan program-programnya. Padahal justru sebaliknya, sejak Pelindo II dijabat olehnya selalu menciptakan kondisi buruk tata kelola di dalam manajemen Pelindo II serta membuat konflik dengan instansi negara lainnya. Hal ini bertentang dengan penghargaan yang diterima Lino sebagai CEO terbaik. Bahkan keuangan Pelindo II nyaris negatif, karena perusahaan harus membayar utang-utang yang dilakukan RJ Lino. 

"Kami pun masih tidak tau apakah Lebaran ini, karyawan terima THR atau tidak karena saya dengar tidak ada uangnya," ujar ketua SP Pelindo II ini.




 Sumber




Piss bro~

Comments